Dari Pleret menuju Kartasura
Pemberontakan Trunajaya mengguncang Mataram pada 1670-an dan menyebabkan pusat kerajaan di Pleret ditinggalkan. Amangkurat I melarikan diri dan meninggal pada 1677. Putranya, Mas Rahmat, kemudian memerintah dengan gelar Amangkurat II.
Amangkurat II mendirikan kedaton baru di Wanakarta, yang kemudian dikenal sebagai Kartasura, dan mulai menempatinya pada 1680. Karena itu, Kartasura pada 1683 bukan ibu kota tua yang sudah mapan, melainkan pusat kekuasaan baru yang masih dibentuk setelah perang dan perpecahan.

Raja, saingan, dan bantuan VOC
Ketika Amangkurat II berusaha menegakkan pemerintahannya, Pangeran Puger juga menguasai Pleret dan mengklaim kedudukan sebagai raja. Kemenangan Amangkurat II tidak terlepas dari bantuan militer VOC. Bantuan itu membawa kewajiban politik, pembayaran, dan konsesi yang memperbesar ruang campur tangan VOC.
Namun Mataram pada 1683 tidak tepat digambarkan sekadar sebagai “koloni VOC”. Amangkurat II tetap memerintah sebagai penguasa Jawa, sementara hubungan dengan VOC berlangsung melalui utang, perjanjian, tuntutan, penolakan, dan perundingan yang terus berubah.
Apa yang dapat dibaca dari peta?
Peta berikut diterbitkan pada 1728, sekitar empat puluh lima tahun setelah latar novel. Karena merupakan sumber yang lebih muda, peta ini tidak boleh dianggap sebagai rekaman persis Kartasura tahun 1683. Meskipun demikian, peta tersebut membantu pembaca melihat letak Kartasura dalam gambaran geografis Jawa yang dibuat pada masa VOC.


Denah, peta, dan tembok adalah tiga jenis bukti
Denah menjelaskan susunan ruang, peta menempatkan Kartasura dalam wilayah yang lebih luas, dan foto tembok memperlihatkan sisa material. Ketiganya tidak merekam waktu yang sama. Menggabungkannya berguna jika pembaca tetap memperhatikan tanggal serta tujuan masing-masing sumber.
Arya Kusuma, surat yang membawanya ke Batavia, Nagaraja, dan perjalanannya adalah unsur fiksi. Kartasura, Amangkurat II, dampak pemberontakan Trunajaya, dan hubungan politik dengan VOC merupakan latar sejarah.
- Alifah dan Priswanto, penelitian arkeologi kawasan Pleret, Berkala Arkeologi 33(2), BRIN.
- Balai Pelestarian Nilai Budaya D.I. Yogyakarta, kajian toponim yang berkaitan dengan Kraton Kartasura.
- Wikimedia Commons — Karaton Kartasura Map
- Wikimedia Commons — Peta Kartasura 1728
