CATATAN NUSANTARA / 42
SEJARAH · BAHASA · JALUR LAUT
Peringgi

Nama yang berbeda, sasaran yang berbeda
Bahasa pelabuhan tidak bekerja seperti daftar kewarganegaraan modern. Satu sebutan dapat menunjukkan asal, agama, kelompok dagang, atau penguasa. Dialog cerita harus memilih kata berdasarkan siapa yang dibicarakan—bukan memakai satu kata untuk semua pendatang Eropa.
| Istilah | Arti paling aman untuk konteks 1683 | Jangan disamakan dengan |
|---|---|---|
| Peringgi / Feringgi / Firangi | Sebutan berjejaring luas di Asia bagi orang Barat; dalam penggunaan Melayu sangat sering menunjuk Portugis atau dunia Luso-Asia. Cakupannya dapat meluas menurut penutur dan tempat. | Istilah teknis khusus VOC. |
| Belanda | Orang atau negeri Belanda; dalam pelabuhan abad ke-17, pihak Dutch/Netherlands. | Semua orang Eropa, atau otomatis pemerintah kolonial masa kemudian. |
| Kompeni / Kompania | Perusahaan/otoritas dagang Belanda: VOC. Dalam pemakaian kemudian, juga dapat berarti aparat atau serdadu yang bekerja untuknya. | Bangsa Belanda sebagai keseluruhan, apalagi Portugis. |
| VOC | Singkatan resmi Belanda bagi Vereenigde Oostindische Compagnie. Tepat untuk penjelasan pembaca modern dan arsip perusahaan. | Harus selalu dipakai sebagai ucapan spontan semua tokoh Nusantara. |
Peringgi dan Portugis
Sesudah Portugal merebut Malaka pada 1511, hubungan Portugis dengan pelabuhan Asia Tenggara berlangsung melalui pejabat kerajaan, pedagang, pelaut, penerjemah, komunitas Luso-Asia, dan perantara lokal. Karena itu, bentuk Feringgi di banyak tempat dapat bernuansa “Portugis”, tetapi tidak tepat jika setiap kemunculannya diterjemahkan mekanis sebagai “orang Portugal”. Dalam sejumlah sumber Asia Selatan, feringhi juga mencakup kelompok Barat lain atau komunitas mestizo.

Belanda dan Kompeni
VOC didirikan pada 1602. Dalam bahasa Melayu, bentuk kompeni/kompania masuk melalui compagnie dan menunjuk badan dagang Belanda itu. Pemakaian tersebut dapat bersifat sangat konkret: “orang Kompeni”, “kapal Kompeni”, atau perintah Kompeni. Sementara itu Belanda terutama menunjuk orang atau pihak Dutch. Jadi tokoh yang berbicara tentang ancaman organisasi dagang dapat menyebut Kompeni; tokoh yang membedakan asal orang dapat menyebut Belanda.

Istilah yang tidak dipaksakan
Orang putih dikenal sebagai sebutan luas pada masa yang lebih kemudian dan dalam banyak ragam bahasa, tetapi tanpa bukti setempat yang tegas kita tidak menjadikannya label dokumenter untuk percakapan Palembang tahun 1683. Begitu pula “Eropa” adalah terjemahan pembaca modern yang berguna, bukan otomatis kata yang harus diucapkan tokoh cerita.
- Tom G. Hoogervorst, “Seventeenth-century Malay wordlists and their potential for etymological scholarship”.
- Bijdragen: penggunaan feringhi bagi Portuguese dan mestizo dalam konteks Asia.
- KBBI: makna modern “kompeni” sebagai VOC, pemerintah Belanda, dan serdadu.
- Wikimedia Commons: lukisan penaklukan Malaka; Carrack 1565; peta Portugis 1630.
