DUNIA CERITA · NUSANTARA 1683
Tanah yang masih mengingat.
Para Penjaga Nusantara bergerak di kepulauan yang telah lama hidup dari jalur laut, doa, cerita leluhur, dan ingatan tanah. Ketika VOC menanamkan paku hitam di tempat-tempat suci, yang dirampas bukan hanya pelabuhan atau rempah — melainkan denyut yang menjaga Nusantara tetap hidup.
TENTANG SEGEL
TIGA JEJAK
Dunia yang bergerak bersama perjalanan.
Setiap pulau memiliki ingatan, bahasa, kepercayaan, dan luka yang berbeda. Catatan ini akan dibuka perlahan, seiring para penjaga tiba di tempat-tempat itu.
Nusantara, 1683
Laut bukan pemisah di antara pulau-pulau ini. Laut adalah jalan yang membawa bahasa, perdagangan, keyakinan, dan kabar dari satu pantai ke pantai lain.
Lima benang perjalanan
Di dunia ini, kekuatan tidak lahir dari satu suara saja. Lima benang berikut bertemu ketika tanah mulai terluka.
Tanah yang disegel
Di bawah jejak kekuasaan asing, ada tempat-tempat yang kehilangan suaranya. Para penjaga tidak mencari harta; mereka mencari apa yang telah dicuri dari tanah ini.
JEJAK PERJALANAN
Dari Batavia menuju timur.
BataviaBangkaPalembangBerlanjut
REKAMAN TERTUTUP
Masih ada pulau-pulau yang belum membuka rahasianya.
Arsip dunia cerita akan tumbuh bersama novel. Setiap tempat hanya dibuka ketika pembaca telah sampai pada waktunya — tanpa membocorkan jalan para penjaga.
