Peringgi | Catatan Nusantara 42

CATATAN NUSANTARA / 42

BAB 7-3

SEJARAH · BAHASA · JALUR LAUT

Peringgi

Peringgi bukan sekadar nama lain bagi “orang Eropa”. Dalam kosakata Melayu dunia pelabuhan, istilah ini terkait dengan Feringgi/Firangi—sebutan yang mula-mula luas bagi orang Barat, lalu di banyak konteks Melayu melekat kuat pada Portugis. Untuk tahun 1683, perlu dibedakan dari Belanda dan Kompeni.
Lukisan penaklukan Malaka tahun 1511
Lukisan modern tentang penaklukan Malaka oleh pasukan Afonso de Albuquerque pada 1511. Bukan saksi mata abad ke-16; digunakan untuk konteks mengapa Portugis sangat dikenal dalam dunia Melayu.

Nama yang berbeda, sasaran yang berbeda

Bahasa pelabuhan tidak bekerja seperti daftar kewarganegaraan modern. Satu sebutan dapat menunjukkan asal, agama, kelompok dagang, atau penguasa. Dialog cerita harus memilih kata berdasarkan siapa yang dibicarakan—bukan memakai satu kata untuk semua pendatang Eropa.

Istilah Arti paling aman untuk konteks 1683 Jangan disamakan dengan
Peringgi / Feringgi / Firangi Sebutan berjejaring luas di Asia bagi orang Barat; dalam penggunaan Melayu sangat sering menunjuk Portugis atau dunia Luso-Asia. Cakupannya dapat meluas menurut penutur dan tempat. Istilah teknis khusus VOC.
Belanda Orang atau negeri Belanda; dalam pelabuhan abad ke-17, pihak Dutch/Netherlands. Semua orang Eropa, atau otomatis pemerintah kolonial masa kemudian.
Kompeni / Kompania Perusahaan/otoritas dagang Belanda: VOC. Dalam pemakaian kemudian, juga dapat berarti aparat atau serdadu yang bekerja untuknya. Bangsa Belanda sebagai keseluruhan, apalagi Portugis.
VOC Singkatan resmi Belanda bagi Vereenigde Oostindische Compagnie. Tepat untuk penjelasan pembaca modern dan arsip perusahaan. Harus selalu dipakai sebagai ucapan spontan semua tokoh Nusantara.

Peringgi dan Portugis

Sesudah Portugal merebut Malaka pada 1511, hubungan Portugis dengan pelabuhan Asia Tenggara berlangsung melalui pejabat kerajaan, pedagang, pelaut, penerjemah, komunitas Luso-Asia, dan perantara lokal. Karena itu, bentuk Feringgi di banyak tempat dapat bernuansa “Portugis”, tetapi tidak tepat jika setiap kemunculannya diterjemahkan mekanis sebagai “orang Portugal”. Dalam sejumlah sumber Asia Selatan, feringhi juga mencakup kelompok Barat lain atau komunitas mestizo.

Kapal carrack Portugis dalam peta tahun 1565
Kapal carrack Portugis seperti yang digambar dalam peta tahun 1565. Ini gambaran jenis kapal samudra Portugis, bukan gambar khusus Palembang.

Belanda dan Kompeni

VOC didirikan pada 1602. Dalam bahasa Melayu, bentuk kompeni/kompania masuk melalui compagnie dan menunjuk badan dagang Belanda itu. Pemakaian tersebut dapat bersifat sangat konkret: “orang Kompeni”, “kapal Kompeni”, atau perintah Kompeni. Sementara itu Belanda terutama menunjuk orang atau pihak Dutch. Jadi tokoh yang berbicara tentang ancaman organisasi dagang dapat menyebut Kompeni; tokoh yang membedakan asal orang dapat menyebut Belanda.

Peta Portugis tentang Asia tahun 1630
Peta Portugis tentang Asia, 1630. Dokumen ini bukan peta Palembang; ia menunjukkan bahwa dunia maritim Portugis dan Belanda saling bertumpang tindih, bukan satu kategori “Eropa” yang seragam.

Istilah yang tidak dipaksakan

Orang putih dikenal sebagai sebutan luas pada masa yang lebih kemudian dan dalam banyak ragam bahasa, tetapi tanpa bukti setempat yang tegas kita tidak menjadikannya label dokumenter untuk percakapan Palembang tahun 1683. Begitu pula “Eropa” adalah terjemahan pembaca modern yang berguna, bukan otomatis kata yang harus diucapkan tokoh cerita.

Catatan ketelitian: Tidak ada satu kamus percakapan Palembang tahun 1683 yang menetapkan pemakaian semua istilah ini. Karena itu catatan ini memakai tingkatan kepastian: Kompeni untuk VOC sebagai organisasi; Belanda untuk pihak Dutch; Peringgi/Feringgi terutama untuk Portugis atau dunia Luso-Asia, sambil mengakui bahwa cakupannya bisa lebih luas. Istilah “VOC” dipakai di halaman ini sebagai penjelasan modern, bukan dipaksakan sebagai ujaran setiap tokoh.
Sumber dan bacaan lanjut

← Kembali ke BAB 7-3