Sultanah Zakiatuddin Inayat Syah | Catatan Nusantara 31

CATATAN NUSANTARA / 31

BAB 5-2

SEJARAH · TOKOH · ACEH DARUSSALAM

Sultanah Zakiatuddin
Inayat Syah

Sultanah Zakiatuddin Inayat Syah adalah penguasa Aceh Darussalam dari 1678 hingga 1688. Karena BAB 5 berlangsung pada 1683, ia adalah penguasa yang benar-benar memerintah pada waktu latar cerita.
Ilustrasi modern Sultanah Zakiatuddin Inayat Syah
Ilustrasi modern Sultanah Zakiatuddin Inayat Syah; bukan potret sezaman. Sumber: Tirto.

Penguasa Aceh pada 1683

Arsip Nasional Republik Indonesia mencatat bahwa Inayat Syah Zakiyyat al-Din memerintah dari 1678 hingga wafat pada 1688. Ia merupakan penguasa perempuan ketiga dalam rangkaian sultanah yang memerintah Aceh antara 1641 dan 1699.

Di BAB 5-2, namanya membantu pembaca menempatkan perjalanan para penjaga dalam waktu sejarah. Ia tidak tampil sebagai tokoh adegan; perjalanan, percakapan, dan segel dalam novel tetap fiksi.

Koin emas kupang Sultanah Inayat Zakiatuddin Syah
Koin emas kupang yang diterbitkan pada masa Sultanah Inayat Zakiatuddin Syah; tulisan Arab pada koin menyebut penguasaannya. Sumber: CoinArchives.

Istana, ilmu, dan perdagangan

Aceh pada akhir abad ke-17 tetap merupakan kerajaan merdeka dan pelabuhan yang terhubung dengan banyak jalur laut. Masa sultanah tidak boleh dibaca sebagai satu pemerintahan yang seragam, tetapi menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan merupakan bagian nyata dari sejarah Aceh.

Naskah Melayu Taj al-Salatin
Naskah Melayu Taj al-Salatin, sebuah karya tentang pemerintahan yang ditulis di Aceh pada awal abad ke-17. Foto naskah salinan kemudian; bukan dokumen langsung dari Sultanah Zakiatuddin. Sumber: PICRYL / British Library.

Dalam cerita

CATATAN ini menegaskan latar waktu BAB 5: pada 1683, Aceh diperintah Sultanah Zakiatuddin Inayat Syah. Hal itu memberi dasar sejarah bagi perjalanan Faris dan para penjaga, tanpa mengklaim bahwa mereka pernah bertemu sang sultanah.

Catatan ketelitian: ejaan nama dapat muncul sebagai Zakiatuddin, Zakiyyat al-Din, atau Inayat Syah. Halaman ini memakai bentuk yang digunakan dalam cerita sambil merujuk pada arsip nasional untuk masa pemerintahannya.

← Kembali ke BAB 5-2