CATATAN NUSANTARA / 41
SEJARAH · MAJAPAHIT · NUSANTARA
Sumpah Palapa

Ikrar dalam Pararaton
Teks yang paling sering dikutip untuk Sumpah Palapa terdapat dalam Pararaton, sebuah kronik Jawa berbahasa Jawa Pertengahan. Dalam bagian itu, Gajah Mada menyatakan bahwa ia tidak akan “amukti palapa” sebelum sejumlah wilayah Nusantara tunduk. Karena sumbernya berupa kronik yang disalin jauh sesudah peristiwa, kata-kata dan penafsirannya perlu dibaca hati-hati, bukan sebagai transkrip pidato yang dapat dibuktikan kata demi kata.

Apa arti “palapa”?
Ungkapan amukti palapa sering dijelaskan sebagai menahan kenikmatan, menjalani laku prihatin, atau belum menghentikan puasa hingga tujuan politik tercapai. Arti tepat kata palapa sendiri diperdebatkan. Karena itu, penjelasan “tidak akan makan rempah” yang populer di masa kini lebih tepat dipahami sebagai ringkasan modern, bukan satu-satunya arti yang pasti.
Ingatan tentang Nusantara
Dalam Indonesia modern, Sumpah Palapa sering dipakai sebagai lambang gagasan persatuan Nusantara. Namun Majapahit bukan Indonesia modern, dan hubungan pusat Majapahit dengan daerah-daerahnya beragam—mulai dari pengaruh dagang, hubungan upeti, hingga kekuasaan yang diperebutkan. Catatan ini memisahkan makna simbolik modern itu dari keadaan politik abad ke-14.
