CATATAN NUSANTARA / 11
AGAMA · SENI RUPA · SIMBOL
Bhumisparsha Mudra
Bahasa tangan dalam seni Buddhis
Mudra adalah gestur tangan yang membantu pembaca membaca patung atau relief. National Museum of Asian Art menerangkan bahwa bhumisparsha secara harfiah berarti “menyentuh bumi”. Jari tangan kanan menunjuk ke bawah; dalam kisah Buddhis, gestur ini melambangkan pencerahan di bawah pohon bodhi.
Karena makna ini berasal dari tradisi keagamaan, ia perlu dibaca dengan hormat. Halaman ini menjelaskannya sebagai pengetahuan seni dan sejarah, bukan sebagai hiasan ataupun penyederhanaan keyakinan umat Buddha.

Mengapa muncul di Borobudur?
Patung Buddha di Borobudur tidak semuanya memakai gestur yang sama. Brosur resmi Borobudur mencantumkan Bhumi Sparsa Mudra sebagai salah satu posisi tangan patung Buddha. Membaca posisi tangan membantu kita memahami bahwa Borobudur menyampaikan gagasan melalui bentuk, arah, dan ikonografi, bukan hanya melalui ukuran bangunannya.

Membaca gestur, bukan sekadar arah jari
Tangan kanan yang turun perlu dibaca bersama sosok Buddha yang duduk dan tangan kiri di pangkuan. Patung yang berbeda dapat menyampaikan gestur serupa meskipun bahan, busana, dan gayanya berbeda. Contoh museum di sini membantu membandingkan bentuk; makna keagamaannya tetap perlu dilihat dalam tradisi masing-masing.
Hubungannya dengan BAB 3-2
Dalam BAB 3-2, Surya memakai gestur ini dalam adegan menghadapi Mencadin. Penerapannya dalam pertarungan merupakan pengembangan fiksi, bukan penjelasan tentang praktik ritual Buddhis. Catatan ini tidak menyatakan peristiwa fiksi itu benar-benar terjadi; ia memberi pembaca alat baca untuk mengenali bahasa visual dengan konteks keagamaan dan seni yang panjang.
