Rumah Bolon | Catatan Nusantara 20

CATATAN NUSANTARA / 20

BAB 4-3

ARSITEKTUR · BATAK TOBA · SUMATRA UTARA

Rumah Bolon

Rumah Bolon adalah sebutan bagi rumah tradisional Batak, terutama dikenal dalam konteks Batak Toba. Dalam cerita, bentuk atap dan ruang kayunya menandai bahwa para penjaga telah tiba di lingkungan budaya Danau Toba.
Rumah Bolon di Simanindo, Samosir
Rumah Bolon di Simanindo, Samosir. Foto: Pratechno, via Wikimedia Commons.

Ruang bersama

Rumah Bolon merupakan rumah panggung kayu. Dalam banyak bentuk tradisionalnya, rumah ini tidak hanya dipahami sebagai tempat tinggal satu orang, tetapi sebagai ruang keluarga dan kehidupan bersama. Pembagian ruang serta penggunaan rumah dapat berbeda menurut komunitas dan masa.

Rumah Bolon tradisional Batak
Rumah Bolon tradisional Batak. Foto: Roberto Marpaung, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.

Bentuk yang mudah dikenali

Atapnya yang melengkung dengan ujung menjulang membuat Rumah Bolon mudah dikenali. Bentuk rumah, tiang, tangga, dan ragam hias bekerja bersama untuk menyesuaikan bangunan dengan iklim, bahan setempat, dan cara hidup masyarakat.

Rumah, ukiran, dan ingatan

Pada beberapa rumah Batak Toba, dinding dan bagian muka dihias dengan gorga. Tetapi Rumah Bolon dan seni ukir tidak sebaiknya dibaca sebagai satu bentuk yang seragam: ragam rumah, motif, dan pemakaiannya dapat berbeda menurut komunitas Batak.

Rumah tradisional Batak di Ambarita, Samosir
Rumah tradisional Batak di Ambarita, Pulau Samosir. Foto: Eugene T. Quah, via Wikimedia Commons.

Dalam cerita

Di BAB 4-3, Rumah Bolon adalah tempat rombongan beristirahat sebelum Intan keluar ke tepi Danau Toba. Asap yang menempel pada kayu, ruang makan bersama, dan bentuk atapnya memberi cerita ini pijakan yang nyata sebelum pertemuan dengan arwah purba.

Catatan ketelitian: istilah “Batak” mencakup beberapa komunitas dengan bahasa, adat, dan arsitektur yang beragam. Halaman ini hanya pengantar untuk Rumah Bolon dalam konteks adegan Batak Toba di cerita.

← Kembali ke BAB 4-3