Andaliman | Catatan Nusantara 22

CATATAN NUSANTARA / 22

BAB 4-3

REMPAH · BATAK TOBA · SUMATERA UTARA

Andaliman

Andaliman adalah rempah beraroma sitrus yang memberi sensasi hangat dan sedikit kebas pada lidah. Dalam BAB 4-3, aromanya menjadi penanda pertama bahwa para penjaga telah tiba di tanah Batak.

Buah andaliman
Andaliman. Foto: Wikimedia Commons.

Rasa yang khas

Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) sering disebut “merica Batak”, meskipun rasa dan aromanya berbeda dari lada hitam. Rempah ini dikenal melalui kesan sitrus yang segar dan sensasi kesemutan ringan yang tertinggal sesudah dimakan.

Dalam masakan Batak, andaliman dapat dipadukan dengan ikan, daging, cabai, bawang, dan rempah lain. Takaran serta cara penggunaannya berbeda menurut rumah, daerah, dan jenis hidangan.

Andaliman pepper
Andaliman pepper. Foto: Wikimedia Commons.

Dataran tinggi dan masakan

Andaliman tumbuh secara alami di sebagian wilayah pegunungan Sumatra, terutama di Sumatra Utara, dan lekat dengan kuliner Batak. Karena itu ia tidak sekadar berfungsi sebagai rasa pedas: aromanya juga membawa kesan tempat.

Dialog cerita yang menyebut rasa “kesemutan” dan “bau jeruk” adalah penggambaran pengalaman makan. Ia tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya cara untuk menjelaskan rasa andaliman.

Tanaman Zanthoxylum acanthopodium
Zanthoxylum acanthopodium. Foto: Wikimedia Commons.

Dalam cerita

Pada BAB 4-3, andaliman menghubungkan dua hidangan yang berbeda: Naso Nadipaang — nama yang belum dapat dipastikan dari sumber, ditafsirkan dalam adegan sebagai daging babi berbumbu andaliman tanpa darah — dan ikan ihan berbumbu arsik. Rempah yang sama memberi watak berbeda pada setiap masakan.

Catatan ketelitian: Andaliman tidak hanya digunakan oleh satu resep atau satu keluarga. Halaman ini menjelaskan konteksnya secara ringkas untuk membantu pembacaan cerita, bukan untuk menggantikan keragaman praktik kuliner Batak.

Sumber dan bacaan lanjut

← Kembali ke BAB 4-3