Madura dan Para Pelautnya | Catatan Nusantara 13

CATATAN NUSANTARA / 13

BAB 3-1

TEMPAT · KEHIDUPAN PESISIR · BUDAYA BAHARI

Madura dan Para Pelautnya

Madura adalah sebuah pulau di sebelah timur laut Jawa. Para pelaut, kegiatan menangkap ikan, dan pembuatan garam menjadi bagian penting dari kehidupan pesisirnya. Catatan ini mengenalkan letak Madura serta hubungan masyarakat pesisirnya dengan laut.

Di mana Madura berada?

Madura termasuk wilayah Provinsi Jawa Timur. Meski berdekatan dengan Jawa, Madura merupakan pulau tersendiri, dipisahkan oleh Selat Madura. Letaknya menghadap Laut Jawa dan dekat dengan jalur yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di sekitarnya.

Peta yang menunjukkan letak Madura di kepulauan Indonesia
Letak Madura di kepulauan Indonesia, di sebelah timur laut Jawa. Peta: M. Minderhoud, berdasarkan peta Demis, domain publik. Sumber gambar.

Mencari penghidupan di laut

Bagi sebagian masyarakat pesisir Madura, menangkap ikan, mengoperasikan perahu, dan mengangkut barang merupakan sumber penghidupan. Kajian sejarah maritim Madura membahas pengangkutan garam dan sapi, serta usaha pelayaran yang menghubungkan pelabuhan di Jawa dan Kalimantan. Laut membuka jalan menuju pasar di luar pulau.

Dalam pelayaran dengan perahu layar, angin menentukan banyak hal. Mengamati perubahan angin musim dan memilih waktu berangkat merupakan bagian dari pekerjaan pelaut. Pengalaman mereka tumbuh melalui keterampilan mengendalikan perahu dan menilai keadaan laut.

Perahu nelayan tradisional dari Madura
Perahu nelayan tradisional dari Madura. Perahu untuk mencari ikan juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di pesisir. Foto: Ivu Fajar Samsumar, 2017, CC BY-SA 4.0. Sumber gambar.

Garam dan kehidupan pesisir

Pembuatan garam memperlihatkan hubungan lain antara laut dan penghidupan di Madura. Garam diperoleh dengan menguapkan air laut, lalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan diperdagangkan ke daerah lain. Foto di bawah merekam garam hasil panen yang ditumpuk untuk dikeringkan pada 1948.

Budaya pesisir juga mencakup rasa syukur dan harapan akan keselamatan saat melaut. Di Pamekasan, tradisi petik laut masih dilaksanakan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan dan permohonan rezeki serta keselamatan. Kehidupan dan tradisi berbeda dari satu tempat ke tempat lain; pengalaman masyarakat pesisir hanyalah salah satu bagian dari kehidupan masyarakat Madura.

Tumpukan garam yang dikeringkan di Madura pada 1948
Garam hasil panen ditumpuk untuk dikeringkan di Madura, 1948. Foto ini memperlihatkan salah satu pekerjaan yang menghubungkan masyarakat pesisir dengan laut. Fotografer tidak diketahui; koleksi Wereldmuseum Amsterdam, CC BY-SA 3.0, melalui Wikimedia Commons. Sumber gambar.

Dalam cerita

Dalam BAB3, para pelaut Madura membantu perjalanan rombongan dari Batavia menuju Palembang. Kehadiran mereka terinspirasi oleh tradisi maritim Madura; susunan awak, percakapan, dan jadwal perjalanan merupakan ciptaan novel.

Catatan ketepatan
Foto dan contoh tradisi dalam halaman ini berasal dari masa yang disebutkan dalam sumbernya, bukan rekonstruksi kehidupan pada 1683.

← Kembali ke BAB 3-1