Latest posts

  • Arah Utara | BAB5-1

    Arah Utara | BAB5-1

    BAB5 : KE ACEH DAN SEGEL KEDUA DI GUNUNG GEUREUDONG BAB5/1 Arah Utara Sesudah pertemuan dengan arwah purba di tepian selatan, kelima penjaga melanjutkan perjalanan ke utara. Selama lima hari mereka mengikuti jalan antarkampung di sisi timur danau, berhenti untuk beristirahat dan mencari petunjuk. Rasa yang diterima Intan dari arwah purba semakin jelas saat mereka…

    Read more

  • Arwah Purba Danau Toba | BAB4-3

    Arwah Purba Danau Toba | BAB4-3

    Di tepian selatan Danau Toba, Intan bertemu arwah purba yang terjebak dan menemukan petunjuk baru tentang segel.

    Read more

  • Jalan Panjang Menuju Danau Toba | BAB4-2

    Jalan Panjang Menuju Danau Toba | BAB4-2

    Dari Palembang ke Jambi, lima penjaga menyusuri Sungai Batang Hari dan menempuh Bukit Barisan menuju Danau Toba.

    Read more

  • Palembang dan Kegagalan Pertama | BAB4-1

    Palembang dan Kegagalan Pertama | BAB4-1

    Lima penjaga tiba di Palembang. Di balik rasa pempek dan kehidupan Sungai Musi, Dewi menghadapi segel yang jauh lebih kuat daripada di Batavia.

    Read more

  • Menuju Palembang | BAB3-3

    Menuju Palembang | BAB3-3

    BAB3 : PERJALANAN LAUT KE PALEMBANG BAB3/3 Menuju Palembang Sebelum matahari terbit, kelima orang itu kembali ke kapal. “Sudah beres?” tanya pelaut Madura. “Ya, semua sudah selesai. Ini dari tetua kampung,” kata Surya naik ke kapal sambil membawa beberapa buah kelapa. “Tadi waktu pasir bergerak di bawah kaki, saya juga kaget. Beda sama waktu berburu…

    Read more

  • Mencadin di Pulau Bangka | BAB3-2

    Mencadin di Pulau Bangka | BAB3-2

    Di sebuah kampung nelayan di Bangka, lima penjaga menghadapi dua wujud Mencadin. Doa Hasan, Kipas Sakti Dewi, dan cahaya Nagaraja membuka jalan.

    Read more

  • Laut yang Tidak Punya Arah | BAB3-1

    Laut yang Tidak Punya Arah | BAB3-1

    Lima penjaga meninggalkan Batavia menuju Palembang. Di Laut Jawa, kenangan Hasan dan tanda dari alam niskala mengiringi perjalanan mereka.

    Read more

  • Armada Coen dan Empat Puluh Empat Orang Kaya | Prolog Para Penjaga Nusantara 1

    PROLOG : KEPULAUAN BANDA, 1621 PROLOG/1 Armada Coen dan Empat Puluh Empat Orang Kaya Kematian tiba di perairan Banda Neira1 lebih dulu dari segala sesuatu yang lain. Ia datang menunggangi aroma busuk. Aroma mesiu, ter, dan tali basah yang membekap harum pala2 menyapu pesisir pulau itu, dan sebelum bau itu sempat menemukan namanya sendiri, di…

    Read more

  • Parigi Rante dan Segel Pertama | Prolog Para Penjaga Nusantara 2

    PROLOG : KEPULAUAN BANDA, 1621 PROLOG/2 Parigi Rante dan Segel Pertama Malam turun setelah eksekusi 8 Mei 1621. Para penyintas bersembunyi ke dalam rimba, ke balik batu-batu di tepian pantai. Para tentara bayaran menyisir setiap sudut pulau, namun tidak masuk ke dalam rimba yang gelap di malam hari. Di alun-alun depan Benteng Nassau — di…

    Read more

  • Bau Subuh dan Lima Takdir | Bab 1-1

    BAB1 : FAJAR BATAVIA BAB1/1 Bau Subuh dan Lima Takdir Batavia1 adalah kota yang dimulai dari bau. Kali Besar2Catatan ↗ — terusan besar yang memotong lurus dari Kali Ciliwung — membagi kota dari utara ke selatan, dan di kedua sisinya berjajar gudang-gudang VOC, galangan kapal3, serta bangunan-bangunan pelabuhan seperti tembok yang kokoh berdiri. Belanda membangun…

    Read more